Senin, 25 Januari 2016

Marching Band Swara Bahana Mahardhika Jakarta


      Marching Band Swara Bahana Mahardhika Jakarta dibentuk sekitar tahun 2012 dan di sponsori alat TAMA & Cavaliers oleh Bahana Mahardhika. pada awalnya sebuah unit band kecil dari Brass Ensemble. pertama kali MB SBM mengikuti lomba Brass Band di ajang lomba BMBC 2012. dengan komposisi pemain kurang lebih berjumlah 20 orang.

Tahun 2013 MB SBM mengikuti lomba contest Percussion Ensemble di TAMA Marching Indonesia Percusion,Sabuga bandung. 3 bulan berikutnya mengikuti lomba contest Brass Band di BMBC 2013 UPI-Bandung.



Seiring perjalanan dari tahun ke tahun, akhirnya di tahun 2015, MB SBM mengikuti lomba GrandPrix Marching Band (GPMB) 2015. di tahun 2015 mempunyai rintangan besar untuk menghadapi segala tantangan ini. MB SBM harus rela kehilangan 18 orang karena pengaruh dari oknum pihak luar. tapi sesuai dengan Tema MB SBM yaitu "Badai Pasti Berlalu - Tribute Chrisye". dengan penuh kesabaran dan perjuangan, akhirnya dalam kurang dari 2 bulan bisa melewati akhir dari titik jurang tersebut. Selamat untuk MB SBM semoga makin berprestasi. Go International!!!!


Kamis, 13 Desember 2012

Routing Information Protocol (RIP)

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).


Gambar 1 . Routing Information Protocol
A.  Cara Kerja Rip
  • Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  • Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  • Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  • Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  • Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  • Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung
B.  Karakteristik dari RIP:
  • Distance vector routing protocol
  • Hop count sebagi metric untuk memilih rute
  • Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
  • Secara default routing update 30 detik sekali
  • RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
  • RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

Gambar 2 . Routing Information Protocol
C.    Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
RIP  menggunakan  metode  Triggered  Update.  RIP  memiliki  timer  untuk mengetahui  kapan  router  harus  kembali  memberikan  informasi  routing.  Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan  informasi  routing  karena  dipicu  oleh  perubahan  tersebut  (triggered update)
Mengatur  routing  menggunakan  RIP  tidak  rumit  dan  memberikan  hasil  yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
Kekurangan
Dalam implementasi RIP memang mudah untuk digunakan, namun RIP mempunyai masalah serius pada Autonomous System yang besar, yaitu :
1.      Terbatasnya diameter network
Telah disebutkan sedikit di atas bahwa RIP hanya bisa menerima metrik sampai 15. Lebih dari itu tujuan dianggap tidak terjangkau. Hal ini bisa menjadi masalah pada network yang besar.
2.      Konvergensi yang lambat
Untuk menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang tidak efesien. Seperti pada contoh skema network di atas, misalkan subnet 10 bernilai 1 hop dari router 2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, maka subnet 3 akan dihapus dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik. Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau, ia masih mempunyai table routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh 2 hop (yang melalui router 2). Waktu subnet 3 dihapus dari router 2, router 3 memberikan informasi ini kepada router 2 dan router 2 melihat bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop ( 2 + 1 ). Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT. Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya kepada router 3 bahwa subnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabel routing diupdate lagi dan router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop.
Demikian seterusnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus looping sampai nilainya lebih dari 30 hop.
3.       Tidak bisa membedakan network masking lebih dari /24
RIP membaca ip address berdasarkan kepada kelas A, B dan C. Seperti kita ketahui bahwa kelas C mempunyai masking 24 bit. Dan masking ini masih bias diperpanjang menjadi 25 bit, 26 bit dan seterusnya. RIP tidak dapat membacanya bila lebih dari 24 bit. Ini adalah masalah besar, mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai. Hal ini sudah dapat di atasi pada RIPv2.
4.      Jumlah  host  Terbatas.
5.      RIP  tidak  memiliki  informasi  tentang  subnet  setiap  route.
6.      RIP  tidak  mendukung  Variable  Length  Subnet  Masking  (VLSM).
Ketika  pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
D.    Versi
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
RIP versi 1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
RIP versi 2
Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
RIPng
RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
  • Dukungan dari jaringan IPv6.
  • RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
  • RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
  • RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route .
E. Batasan
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.

Selasa, 11 Desember 2012

Open Shortest Path First (OSPF)


Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah di implementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan. OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut Dijkstra. Open Shortest Path First (OSPF) merupakan protokol routing yang dipergunakan dalam Internet Protocol (IP) jaringan. ini adalah link-state routing protocol dan juga sebagai kelompok interior gateway protokol, yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 dalam RFC 2328 (1998) untuk IPv4. The update untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 dalam RFC 5340 (2008). OSPF adalah mungkin yang paling banyak digunakan interior gateway protocol (IGP) di perusahaan besar jaringan.


Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute.
Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router-router lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1 area,
sehingga meng-efektifkan dan mengefisienkan bandwidth yg ada.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)



EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini
contoh: jaringan EIGRP


Kelebihan utama yang membedakan EIGRP dari protokol routing lainnya adalah EIGRP termasuk satu-satunya protokol routing yang menawarkan fitur backup route, dimana jika terjadi perubahan pada network, EIGRP tidak harus melakukan kalkulasi ulang untuk menentukan route terbaik karena bisa langsung menggunakan backup route. Kalkulasi ulang route terbaik dilakukan jika backup route juga mengalami kegagalan. Berikut adalah fitur-fitur yang dimiliki EIGRP:

  • Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
  • Waktu convergence yang cepat.
  • Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)
  • Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down)
  • Mendukung multiple protokol network
  • Desain network yang flexible.
  • Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
  • Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
  • Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
  • Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
  • Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal, yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga

EIGRP mengkombinasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh protokol routing link-state dan distance vector. Tetapi pada dasarnya EIGRP adalah protokol distance vector karena router-router yang menjalankan EIGRP tidak mengetahui road map/ topologi network secara menyeluruh seperti pada protokol link-state.
EIGRP mudah dikonfigurasi seperti pendahulunya (IGRP) dan dapat diadaptasikan dengan variasi topologi network. Penambahan fitur-fitur protokol link-state seperti neighbor discovery membuat EIGRP menjadi protokol distance vector tingkat lanjut.
EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) sebagai mesin utama yang menjalankan lingkungan EIGRP, DUAL dapat diperbandingkan dengan algoritma SPF Dijkstra pada OSPF.
EIGRP memiliki fitur-fitur utama sebagai berikut.

  • Partial updates: EIGRP tidak mengirimkan update secara periodik seperti yang dilakukan oleh RIP, tetapi EIGRP mengirimkan update hanya jika terjadi perubahan route/metric (triggered update). Update yang dikirimkan hanya berisi informasi tentang route yang mengalami perubahan saja. Pengiriman pesan update ini juga hanya ditujukan sebatas pada router-router yang membutuhkan informasi perubahan tersebut saja. Hasilnya EIGRP menghabiskan bandwidth yang lebih sedikit daripada IGRP. Hal ini juga membedakan EIGRP dengan protokol link-state yang mengirimkan update kepada semua router dalam satu area.
  • Multiple network-layer protocol support: EIGRP mendukung protokol IP, AppleTalk, dan Novell NetWare IPX dengan memanfaatkan module-module yang tidak bergantung pada protokol tertentu.

Fitur EIGRP lain yang patut diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Koneksi dengan semua jenis data link dan topologi tanpa memerlukan konfigurasi lebih lanjut, protokol routing lain seperti OSPF, menggunakan konfigurasi yang berbeda untuk protokol layer 2 (Data Link) yang berbeda, misalnya Ethernet dan Frame Relay. EIGRP beroperasi dengan efektif pada lingkungan LAN dan WAN. Dukungan WAN untuk link point-to-point dan topologi nonbroadcast multiaccess (NBMA) merupakan standar EIGRP.
  • Metric yang canggih: EIGRP menggunakan algoritma yang sama dengan IGRP untuk menghitung metric tetapi menggambarkan nilai-nilai dalam format 32-bit. EIGRP mendukung load balancing untuk metric yang tidak seimbang (unequal), yang memungkinkan engineer untuk mendistribusikan traffik dalam network dengan lebih baik.
  • Multicast and unicast: EIGRP menggunakan multicast dan unicast sebagai ganti broadcast. Address multicast yang digunakan adalah 224.0.0.10.

Dibalik Proses dan Teknologi EIGRP


EIGRP menggunakan 4 teknologi kunci yang berkombinasi untuk membedakan EIGRP dengan protokol routing yang lainnya: neighbor discovery/recovery, reliable transport protocol (RTP), DUAL finitestate machine, dan protocol-dependent modules.

  • Neighbor discovery/recovery
    • Menggunakan paket hello antar neighbor.

  • Reliable Transport Protocol (RTP)
    • Pengiriman paket yang terjamin dan terurut kepada semua neighbor.

  • DUAL finite-state machine
    • Memilih jalur dengan cost paling rendah dan bebas looping untuk mencapai destination.

  • Protocol-dependent module (PDM)
    • EIGRP dapat mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare.
    • Setiap protokol disediakan modul EIGRP tersendiri dan beroperasi tanpa saling mempengaruhi satu sama lain.

Neighbor discovery/recovery mechanism: teknologi ini memungkinkan router untuk dapat mengenali setiap neighbor pada network yang terhubung langsung secara dinamik. Router juga harus mengetahui jika ada salah satu neighbor yang mengalami kegagalan dan tidak dapat dijangkau lagi (unreachable). Proses ini dapat diwujudkan dengan pengiriman paket hello yang kecil secara periodik. Selama router menerima paket hello dari router neighbor, maka router akan mengasumsikan bahwa router neighbor berfungsi dengan normal dan keduanya dapat bertukar informasi routing. RTP: Bertanggung jawab atas pengiriman paket-paket kepada neighbor yang terjamin dan terurut. RTP mendukung transmisi campuran antara paket multicast dan unicast. Untuk tujuan efisiensi, hanya paket EIGRP tertentu yang dikirim menggunakan teknologi RTP. DUAL finite state machine: mewujudkan proses penentuan untuk semua komputasi route. DUAL melacak semua route yang di advertise oleh setiap neighbor dan menggunakan metric untuk menentukan jalur paling effisien dan bebas looping ke semua network tujuan. Protocol-dependent modules (PDM): bertanggung jawab untuk keperluan layer network protokol-protokol tertentu. EIGRP mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare; setiap protokol tersebut telah disediakan module EIGRP nya masing-masing dan satu sama lain beroperasi secara independent. Module IP-EIGRP misalnya, bertanggung jawab untuk pengiriman dan penerimaan paket-paket EIGRP yang telah di enkapsulasi dalam IP.

Cara Kerja EIGRP


Istilah-istilah algoritma DUAL


  • Memilih jalur/route untuk mencapai suatu network dengan ongkos paling rendah, dan bebas looping.
  • AD (advertised distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari neighbor, merupakan ongkos (metric) antara router next-hop dengan network destination.
  • FD (feasible distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari router, merupakan ongkos (metric) antara router dengan router next-hop ditambah dengan AD dari router next-hop.
  • Ongkos paling rendah = FD paling rendah.
  • Successor, adalah jalur utama untuk mencapai suatu network (route terbaik), merupakan router next-hop dengan Ongkos paling rendah dan jalur bebas looping.
  • Feasible Successor, adalah jalur backup dari successor (AD dari feasible successor harus lebih kecil daripada FD dari successor)

EIGRP menggunakan dan memelihara 3 jenis tabel. Tabel neighbor untuk mendaftar semua router neighbor, tabel topologi untuk mendaftar semua entri route untuk setiap network destination yang didapatkan dari setiap neighbor, dan tabel routing yang berisi jalur/route terbaik untuk mencapai ke setiap destination.
 

Table Neighbor



Ketika router menemukan dan menjalin hubungan adjacency (ketetanggaan) dengan neighbor baru, maka router akan menyimpan address router neighbor beserta interface yang dapat menghubungkan dengan neighbor tersebut sebagai satu entri dalam tabel neighbor. Tabel neighbor EIGRP dapat diperbandingkan dengan database adjacency yang digunakan oleh protokol routing link-state yang keduanya mempunyai tujuan yang sama: untuk melakukan komunikasi 2 arah dengan setiap neighbor yang terhubung langsung.
Ketika neighbor mengirimkan paket hello, ia akan menyertakan informasi hold time, yakni total waktu sebuah router dianggap sebagai neighbor yang dapat dijangkau dan operasional. Jika paket hello tidak diterima sampai hold time berakhir, algoritma DUAL akan menginformasikan terjadinya perubahan topologi.


Topology Table



Ketika router menemukan neighbor baru, maka router akan mengirimkan sebuah update mengenai route-route yang ia ketahui kepada neighbor baru tersebut dan juga sebaliknya menerima informasi yang sama dari neighbor. Update-update ini lah yang akan membangun tabel topologi. Tabel topologi berisi informasi semua network destination yang di advertise oleh router neighbor. Jika neighbor meng advertise route ke suatu network destination, maka neighbor tersebut harus menggunakan route tersebut untuk memforward paket.
Tabel topologi di update setiap kali ada perubahan pada network yang terhubung langsung atau pada interface atau ada pemberitahuan perubahan pada suatu jalur dari router neighbor.
Entri pada tabel topologi untuk suatu destination dapat berstatus active atau passive. Destination akan berstatus passive jika router tidak melakukan komputasi ulang, dan berstatus active jika router masih melakukan komputasi ulang. Jika selalu tersedia feasible successor maka destination tidak akan pernah berada pada status active dan terhindar dari komputasi ulang. Status yang diharapkan untuk setiap network destination adalah status passive.

Routing table



Router akan membandingkan semua FD untuk mencapai network tertentu dan memilih jalur/route dengan FD paling rendah dan meletakkannya pada tabel routing; jalur/route inilah yang disebut successor route. FD untuk jalur/route yang terpilih akan menjadi metric EIGRP untuk mencapai network tersebut dan disertakan dalam tabel routing.

Paket-Paket EIGRP


EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan menggunakan 5 jenis pesan (message) dalam berhubungan dengan neighbornya:

  • Hello: Router-Router menggunakan paket Hello untuk menjalin hubungan neighbor. Paket-paket dikirimkan secara multicast dan tidak membutuhkan.
  • Update: Untuk mengirimkan update informasi routing. Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down). Paket update berisi informasi perubahan jalur/route. Update-update ini dapat berupa unicast untuk router tertentu atau multicast untuk beberapa router yang terhubung.
  • Query: Untuk menanyakan suatu route kepada tetangga. Biasanya digunakan saat setelah terjadi kegagalan/down pada salah satu route network, dan tidak terdapat feasible successor untuk route/jalur tersebut. router akan mengirimkan pesan Query untuk memperoleh informasi route alternatif untuk mencapai network tersebut, biasanya dalam bentuk multicast tapi bisa juga dalam bentuk unicast untuk beberapa kasus tertentu.
  • Reply: Respon dari pesan Query.
  • ACK: Untuk memberikan acknowledgement (pengakuan/konfirmasi) atas pesan Update, Query, dan Reply.

File Transfer Protokol (FTP)

     File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).
Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :
  1. Untuk men-sharing data. 
  2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
  4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
     FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).

      FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode dan pasif mode.

     Untuk penggunaan ftp itu kita bisa download sendiri softwarenya atau langsung saja melalui comment. biasanya aplikasi yang saya pake untuk upload dan download adalah WsFtp_LE, kenapa saya menggunakan aplikasi itu karena aplikasi itu cukup simpel dan ringan buat di gunakan. jadi walaupun kita punya komputer yang minimum tapi kita akan ringan untuk menjalankannya.
kalau cara penggunaan software wsftp saya rasa cukup simpel anda tinggal login dan terus di lanjutkan denga me-drag file yang mana yang mau anda upload atau download.
ada lagi kita bisa menggunakan ftp lewat comment yang default biasanya ada di windows. untuk langkah-langkah penggunaannya adalah. kita masuk ke menu Start –>> Run, terus ketikan command, kemudian anda tentukan folder tempat file yang mau anda upload atau di mana tempat kita menaruh file yang mau kita download.

      Setelah masuk ke folder yang di maksud kemudian anda ketikan ftp , sebagai contoh ftp aminudin.net dan kemudian dia akan conect ke server yang kita tuju sama seperti yang lainnya kita juga harus memasukan user dan password ftp kita. setelah anda masuk maka anda akan masuk ke menu home ftp kita.anda bisa melihat isi dari home tersebut dengan perintah ls maka kemudian akan muncul rincian file dan folder yang kita miliki. kalau anda mau masuk ke folder lain. sama sepeti biasa-biasanya yaitu dengan memasukan perintah cd sebagai contoh adalah cd public_html. setelah anda masuk ke folder yang kita tuju maka kita bisa langsung saja upload atau download. untuk perintah-perintahnya kalau anda belum tau maka anda tinggal masukan saja tanda “?” sebagai contoh ftp> ? maka akan muncul lish-lish perintah-perintah yang bisa di gunakan di sini. untuk upload file sendiri mengguanakan perintah PUT sebagai contoh ftp>put amin.jpg maka akan langsung file tersebut di upload dari komputer kita ke server. atau anda juga bisa download file yang ada di server ke komputer kita dengan menggunakan perintah get sebagai contoh ftp>get amin.jpg maka file tersebuat akan di copy dari server ke komputer kita. kalau anda telah selesai dengan semua proses maka anda dapat menutup atau keluar dari layanan ftp dengan menggunakan perintah bye.

SELAMAT MENCOBA ……..

Minggu, 12 Desember 2010

Indahnya sebuah pemanasan…(Part 2)

Berhubungan dengan episode sebelumnya mengenai pemanasan alat tiup, marilah kita lanjutkan pembicaraan berikutnya. Latihan selanjutnya adalah memperhatikan nada pendek dan nada stakato.

SHORT NOTES
Biasanya latihan ini merupakan rangkaian pemanasan setelah Long Tones. Pemanasan ini bertujuan untuk memperkuat nada stakato, aksentuasi dan tekanan nada. Berawal dari nada ‘do’ ditiup sebanyak 4 atau 8 ketuk, dilanjutkan ke skala
berikutnya.

Nah, untuk yang ini barangkali lebih banyak detail yang harus diperhatikan, mengingat pemain merasa ‘gampang’ untuk dimainkan (tidak perlu nafas banyak, pendek pula notnya). Namun jangan salah kaprah, justru kebanyakan persoalan artikulasi lagu berawal dari cara pemain meniupkan alatnya.

Tanpa melihat secara teori yang benar dan referensi yang akurat, pasti anda yang biasa mendengar suara stakato pada alat tiup, akan terasa perbedaannya di setiap pemain. Tiupan berlafal “Ta”, “Tat”, “Da”, “Du”, “Di” mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Tergantung dari tanda baca dalam not, anda sebagai pelatih mempunyai
preferensi tersendiri untuk mengekplorasi tipe suara yang dihasilkan oleh artikulasi tersebut. Namun, yang terpenting adalah, artikulasi dan lafal tiupan di setiap pemain HARUS sama untuk satu tanda baca not !! Dan semua itu berawal dari pemanasan stakato yang ‘membosankan’ bagi pemain, tapi penting sekali untuk menyeragamkan bentuk dan karakter suara brass.

MEMBOSANKAN
Nah, ini dia yang menjadi kendala di hampir semua pemain!! Bukannya apa-apa, saat pemanasan dimulai, apakah semua senior yang sudah ‘jago-jago’ dan sudah bertanding di GPMB berkali-kali itu akan mengikutinya? Saya jamin
mungkin sedikit, bahkan tidak ada yang ikut. Mengapa? Sebagian besar senior ini akan berpikir, “Ah, pemanasan seperti itu bosan, ga ada efek tambahan bagi saya.”

Hal-hal ini kemungkinan berdampak buruk pada kekompakan tim, terutama hubungan antara senior dengan juniornya. Secara psikologis, mereka akan membuat kesenjangan antar pemain, yang akan berakibat pada semangat dan kekompakan tim. Bailey (1995) menyebutkan, “Tujuan sebuah latihan adalah lebih kepada tujuan psikologis
daripada musikalnya.” Disisi teknis, ketidakhadiran senior ini akan berdampak teknik tiupan akan cenderung berbeda antar pemain senior dan junior, dan akan berakibat pula pada perbedaan artikulasi tiupan.
Jadi, bagaimana mengantisipasi ‘kebosanan’ ini? Adalah tugas seorang pelatih dan pemberi materi untuk memikirkan hal ini. Kebanyakan mereka lebih terkonsentrasi pada pemberian materi lagu paket, memoles dan memperbaiki (drill)
lagu tersebut. Bagi saya pribadi, saya lebih menyenangi untuk memoles pemanasan dasar dan menguliknya menjadi sebuah lagu atau kord sederhana, namun menunjang ke teknis lagu tersebut. Sedikit saran tentang pemanasan dasar dan bervariasi antara lain:
a. Untuk pemanasan nada panjang skala do, dibuat 3 suara (do, me, sol), trumpet dan mello mulai dengan do 8 ketuk, saat high brass meniup me, trombone baritone eup baru mulai dengan ‘do’, begitu seterusnya, sehingga tercipta 2 – 3 suara yang berbeda.
b. Untuk pemanasan nada pendek juga dapat dilakukan bervariasi, buatlah kord sederhana yang mewakili teknik tiupan stakato.
c. Pemanasan campuran, yang menggabungkan antara kord nada panjang dengan nada pendek (tonguing technique), maka tercipta lagu sederhana sebagai penunjang lagu proyek. Ketika saya melatih sebuah unit di Jakarta, saya memakai lagu pemanasan untuk menunjang lagu proyek, dan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan pemain. (contoh lagu dapat di download).

Fokus
perhatian:
a. Saat ketukan pertama dibunyikan, apabila tidak sama nadanya atau ketukan lebih cepat, maka pemanasan diulangi dari awal. Biasakan seperti itu, agar pemain lebih fokus dan konsentrasi.
b. Saat kord dimainkan, suruh para pemain untuk mendengarkan suara rekan yang mempunyai nada yang berbeda dengan nada yang ditiupnya. Ini mengajarkan kepada mereka untuk mendengar dan menikmati kord sebuah lagu, agar mereka peka terhadap not yang lain. Manfaat lain adalah pemain dapat belajar ‘sound-balanced’ antar sesamanya.
c. Artikulasi setiap pemain mulai dibenahi di setiap pemain, dan kemampuan antara junior dengan senior disamakan. Ajak para senior untuk melatih juniornya dan beri target kepada mereka agar kemampuan junior dapat menyamai seniornya. Dan untuk senior, jangan biarkan mereka tidak latihan pemanasan. Beri mereka teknik yang lebih tinggi dan menantang lagi.

KESIMPULAN (dari part 1 dan 2)
Seberapa kreatifnya dan jelinya sang pelatih menjadi faktor utama efektifnya sebuah pemanasan. Kurangnya perhatian yang baik tentang pemanasan menyebabkan ketidakefektifan pemanasan itu sendiri, dan hal ini sudah menghabiskan waktu yang seharusnya dapat meningkatkan teknik dan kemampuan para pemain. Beberapa saran para ahli yang kiranya dapat membantu secara psikologis antara lain:

a. Barry Ward: Penampilan band bagus berawal dari pemanasan yang tersusun rapi dan kreatif (Whaley, 2005). Sebuah part pemanasan dapat diimprovisasi sedemikian rupa agar dapat mendukung pemanasan dasar itu sendiri. Beri judul yang menarik untuk setiap pemanasan baru, seperti “Not Neraka”, “Longest Not Ever…”, “Lidah Kejepit”, yang dapat menarik perhatian pemain.
b. Wayne Bailey: Pemanasan terdiri dari teknik nafas, flexibility exercise, long tones, dan power buildings. Latihan nafas merupakan latihan yang SANGAT PENTING untuk membangun kekuatan dan kontrol nafas. Latihan ini juga mempengaruhi kualitas suara (tone quality) dari setiap pemain (Bailey, 1995). Sekali lagi, pelatih HARUS berada di setiap pemanasan untuk mengontrol jalannya latihan ini.

Dalam satu kalimat, buatlah pemanasan semenarik mungkin bagi para pemain, berilah tantangan yang baru di setiap pemanasan, agar pemain terpacu untuk mengikutinya dengan serius. Dan terakhir, musik itu adalah keindahan, berawal dari pemanasan yang ‘indah’.

Selamat berlatih,

Minggu, 05 Desember 2010

Indahnya sebuah pemanasan…(Part 1)

Saat field commander atau komandan alat menyuruh, “Buat setengah lingkaran, dari trumpet sampai tuba…, rapikan barisan, jaga jarak! Kita mulai pemanasan…!”, apa yang kira-kira terlintas dalam benak para pemain tiup? Barangkali kebanyakan berisi:
- Aduh, ‘do’ panjang lagi, ‘do’ panjang lagi…
- Buat apa sih pemanasan tiup, kan tadi udah pemanasan fisik (lari, push up)
- Nanti malem pulang jam berapa yah? Saya mau telp pacar nih…
Susah rasanya untuk menyebut lebih dari 10% pemain tiup sangat antusias untuk mengikuti latihan pemanasan alat. Dan yang terjadi adalah pemanasan tersebut hanya berupa sebuah ‘ritual formal’ yang harus dijalankan tanpa membuahkan suatu hasil apapun, selain ‘keringat dan pegal’.
Lalu sebetulnya apa yang mengharuskan kita melakukan pemanasan alat tiup? Dan yang lebih penting, bagaimana membuat pemanasan itu menarik dan ‘indah’? Suatu hal yang kiranya diperhatikan oleh pelatih, agar pemanasan lebih diminati oleh pemain.
Biasanya pemanasan dimulai dari nada panjang skala do, berdurasi 4 sampai 8 ketuk setiap nadanya,  dilanjutkan staccato skala do, dan lip slur. Mari kita telaah satu per satu pemanasan tersebut.

Long tones
Disebut juga nada panjang. Nada panjang bukan saja berarti pencapaian nada harus sesuai dengan ketukan yang dituju (4 atau 8 ketuk), namun juga pengaturan nafas yang sedemikian rupa sehingga kualitas dan intensitas suara merata sepanjang ketukan itu. Kebiasaan yang terjadi di beberapa brass section adalah, ketika nada pertama ‘do’ dibunyikan, maka tidak semua alat membunyikan secara serentak, terkadang ½ ketuk setelah dimulai, dan bahkan nadanya juga bukan nada ‘do’. Mengapa demikian?
Ada 2 teknik yang perlu diperhatikan:
a. JANGANLAH MULAI DENGAN MENIUP NADA ‘DO’.

Kondisi paru-paru, tenggorokan, diafragma, dan bibir belum fleksibel untuk memulai meniup. Lakukan pemanasan nafas terlebih dahulu. John Ericson (2002) mempunyai tips yang cukup efektif dalam melatih pernafasan. Dia mengatakan kemampuan diafragma untuk menampung udara hanya 75% saja, dan untuk memaksimalkannya membutuhkan latihan otot diafragma dan otot-otot disekitar tulang iga untuk berkembang.
Teknik latihan (gunakan metronome):
- Tarik nafas 4 ketuk
- Tahan nafas 4 ketuk
- Buang nafas 4 ketuk
- Istirahat 4 ketuk
- Mulai lagi dengan tarik nafas, begitu seterusnya
- Lanjut ke 6 dan 8 ketuk masing-masing
Dr. Bradley Ulrich dalam buku “Building a Better Trumpet Section” (2001) dari Jupiter Music menambah latihan nafas menjadi:
- Exercise No. 1
- 4 ambil nafas, 4 buang nafas (ulangi)
- 2 ambil nafas, 2 buang nafas (ulangi)
- 1 ambil nafas, 1 buang nafas (ulangi)
- rest
- Exercise No 2
- 4 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 4 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 4 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- rest
- 2 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 2 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 2 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- rest
- 1 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 1 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 1 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
Fokus perhatian:

- Perhatikan postur tubuh, jangan biarkan bahu pemain terangkat saat mengambil nafas. Ini berarti dia masih menggunakan nafas ‘paru-paru’.
- Dalam keadaan berdiri tegap, suruh tiap pemain memegang perut. Saat mengambil nafas, rasakan perut mereka kembang/kempis.
- Pada saat mengeluarkan nafas, jangan biarkan leher dan bibir tegang, agar jalur udara benar-benar keluar seutuhnya dari paru-paru.
Filosofi latihan:
- Terangkan kepada mereka, dengan latihan sepertinya ini akan terbiasa menggunakan nafas ‘perut’ dalam meniup, ketimbang nafas ‘paru-paru’. Dan tenaga untuk meniup semakin kuat.
- Atur nafas agar semakin panjang nafas yang dikeluarkan, kekuatan atau intensitas nafas sama sepanjang ketukan.
b. JANGANLAH MULAI DENGAN MENIUP NADA ‘DO’ LAGI.
Loh, jadi kapan kita bisa mulai meniup ‘do’? Ada suatu ketika dimana saat pemain meniup ‘do’, suara yang ditimbulkan adalah ‘twa-twa’ (Ericson, 2002) – atau nafas dulu yang keluar sebelum nada. Maka efek yang ditimbulkan adalah setiap ketukan 1, suara tidak timbul secara serentak.
Dr Bradley Urich (2001) menyebutkan alasannya antara lain:
- Nafas yang dipakai pemain kurang mencukupi ke dalam alat.
- Posisi gigi terlalu rapat, jarak yang ideal adalah sama dengan menggigit kuku anda
- Bibir terlalu tegang. RELAX!
Teknik latihan:
- Bila suara ‘twa’ timbul di nada ‘do’, jangan lanjut ke nada ‘re’. Ulangi lagi nada ‘do’ 4 ketuk, sampai semuanya tidak ada kesan ‘twa’ saat meniup.
- Lakukan teknik ‘baps’ (Ericson, 2002), dimana pemain akan bermain nada pendek dulu, seperti aksen, kemudian baru diikuti nada panjang. (DO’…… Dooooooo)
Fokus perhatian:
- Terkadang saya menggunakan artikulasi ‘Ta’ setiap tiupan pertama,
agar ketukan setiap pemain sama, namun sebisa mungkin jangan ada unsur ‘aksen’
dalam nada itu.
- Tambah nafas perut lagi agar, suara ‘twa’ tidak timbul
Filosofi latihan:
- Terangkan kepada mereka, suara ‘twa’ akan merusak ketukan pertama, lagu, dan kejernihan suara. Ubah suara ini sedini mungkin sejak latihan pemanasan.
Kesimpulan
Beberapa hal yang harus diperhatikan selama latihan pemanasan bagi seorang pelatih adalah:
a. Ubah persepsi ‘ritual formal’ yang membosankan menjadi suatu latihan detail yang berpengaruh pada aplikasi lagu.
b. Temani atau ikuti perkembangan pemanasan. Jangan tinggalkan field commander saat mereka sedang pemanasan. Justru saat ini dipergunakan pelatih untuk membenarkan detail bermain setiap pemain.
c. Jangan biasakan meniup skala ‘do’ sampai habis saat pemain mulai kehilangan konsentrasi, dalam arti ‘twa’ semakin banyak, pemain melirit kanan kiri, posisi hornline yang semakin tidak terarah. Berhenti saat itu juga dan ulangi skala ‘do’ lagi, sampai semuanya bisa fokus.
So, ini baru bagian pertama dalam sebuah pemanasan awal, dan masih banyak hal yang bisa membuat pemanasan ini terasa ‘indah’.
Selamat menikmati ke’indahan’ latihan.

Reference:
Ericson, John Q, Associate Professor of horn at Arizona State University, Notes on Breathing and Use of Air, issue of the Texas Bandmasters Association Journal, June, 2002
Ulrich, Bradley P, Professor of Music, has taught trumpet at Western Carolina
University since 1989, Building a Better Trumpet Section,
Jupiter Education Services, 2001
http://trendmarching.or.id/read/2008/05/indahnya-sebuah-pemanasan%E2%80%A6part-1/

TK harapan di lomba Seruni

Lomba SERUNI merupakan ajang perlombaan kreativitas seni tari dan Drumband. Pada hari sabtu 10 mei 2025 kemarin, sekolah TK Harapan jakarta ...